Langsung ke konten utama

Postingan

Mengubah Dunia dengan Media

  “Barang siapa menguasai media, dia akan menguasai dunia”, demikian bunyi salah satu pepatah modern. Telah banyak contoh dahsyatnya kekuatan media (pers) dalam mengantar perubahan dunia. Begitu besarnya pengaruh media dalam mengendarai wacana dan dukungan publik. Pihak-pihak tertentu di berbagai sektor kehidupan yang digandeng media cenderung memenangkan persaingan. Kemajuan suatu perusahaan dalam memasarkan produknya tak lepas dari

Semua Orang Berbakat Menulis

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam (pena). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.... (QS. Al-Alaq (96): 1-5)” Ayat diatas menyiratkan bahwa membaca dan menulis adalah suatu fitrah manusia. Membaca dan menulis adalah perantara pengajaran Allah atas manusia. Media bagi kita dalam menggali dan menginventarisasi ilmu Allah yang luas tersebar di dunia. Ya, sekiranya lautan menjadi tinta untuk menulis ilmu Allah, maka habislah lautan itu sebelum ilmu Allah habis ditulis, meskipun lautan itu ditambahkan lagi (QS. Al-Kahfi (18): 109).  Semua orang memiliki hasrat untuk meluapkan apa yang ia rasakan dan alami dalam hidupnya. Tapi sering kali kebanyakan orang lupa akan media yang pas untuk menumpahkan perasaannya. Pengalaman yang ia alami sering pula menguap dan terlupakan begitu saja. Padaha...

Kuliah atau Organisasi?

Ramai, gaduh, berisik. Celetukan melengking. Guyonan berseru-seru. Cekikikan bertalu-talu. Warga kelas tengah menikmati keterlambatan dosen. Saya rangkul satu untuk berbincang tenang. Kurangi satu kegaduhan. Saya angkat tema hangat mahasiswa baru.   “Gimana Sob, mau ikut organisasi apa?” “ Nggak dulu deh. Aku mau fokus kuliah dulu . Pfiuh .... Boro-boro ikut organisasi. Kuliah aja udah ribet banget .” Jawabnya. “Assalamu’alaikum,” salam dengan nada berat, pertanda dosen tiba. Seperti biasa, awal kuliah kami dihadiahi kuis berisi pertanyaan tentang materi yang hari ini akan dibahas. Eng ing eng ,

320.000 Malapetaka Menyebabkan Kearifan Lokal

Bila di pemukiman Anda atau di tempat-tempat yang Anda kunjungi kemarin (9/1) telah terjadi malapetaka semisal kecelakaan, kebakaran, bencana alam. Atau mungkin Anda sendiri yang mengalaminya. Barang kali karena kemarin bertepatan dengan “Rebo Wekasan” . Konon pada hari Rabu terakhir di bulan Safar (dalam kalender Jawa) atau bulan Muharram (dalam kalender hijriyah), tersebar 320.000 bala’ (malapetaka) di muka bumi. Dalam menghadapi hari naas ini

Transaksi Idealitas : Menakar Harapan Utopis Pelayan Publik

.......................................................................... Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak Hukum tak tegak, doyong berderak-derak Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak, Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata Dan kubenamkan topi baret di kepala Malu aku jadi orang Indonesia. Taufiq Ismail, Malu (aku) Jadi Orang Indonesia, 1998 Suatu kali, sedang nikmat-nikmatnya nyeruput kopi di warung kopi depan kampus, datang seorang senior fakultas pendidikan. Orang-orang menyebutnya aktivis idealis. Karena ia aktif berorganisasi, pribadinya jujuur dan lantang menyerukan keadilan. Dengan langkah juntai dan mimik muram dia menghampiri saya. “ Weleh weleh , zaman makin bejat. Semuanya jadi jahat. Barang mulia keluar mandat.” Cetusnya. “Wah

Mahasiswa Membumikan Penelitian

Banyak kalangan akademisi yang menyayangkan akan adanya krisis budaya menulis dan penelitian mahasiswa di kebanyakan sivitas kampus di Indonesia. Kecenderungan budaya hedonis dan faktor kejumudan lainnya yang melingkupi kebanyakan mahasiswa, seolah mengikis tradisi keintelektualan ini. Hal ini diperparah dengan kurang berkualitasnya karya tulis ilmiah mahasiswa yang berimplikasi pada maraknya perjokian tugas akhir perkuliahan. Kondisi ini membuat profesionalitas ribuan cetakan sarjana yang akan bergumul dalam dinamika masyarakat banyak dipertanyakan. Di belahan UIN Maulana Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang. Di kala kebanyakan mahasiswa lain tengah menikmati liburan panjangnya,   terdapat sekelompok mahasiswa yang silih berganti mempresentasikan sorotan proyektor di dinding. Bakal peneliti-peneliti muda itu adalah angkatan ke-XIV Lembaga Kajian, Penelitian, dan Pengembangan Mahasiswa (LKP2M) UIN Maliki Malang. Mereka tengah mengikuti “SEMPRUL” (Seminar Proposal) dalam ...

Perang Puputan Bayu: Potensi Sejarah Lokal Berbasis Karakter Bangsa

Karakter bangsa kini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Pasalnya, karakter bangsa dinilai telah memudar pada sanubari generasi muda dewasa ini. Hal ini dapat dilihat dari maraknya aksi kekerasan dan asusila akhir-akhir ini, yang banyak diwayangi oleh generasi muda.  Upaya pemerintah untuk mengatasi fenomena ini diantaranya melahirkan K urikulum T ingkat S atuan P endidikan (KTSP) Berkarakter Bangsa di lembaga-lembaga pendidikan dasar dan menengah. Dalam pelaksanaannya, nilai-nilai karakter bangsa terkesan ditransfer secara tekstual dan kurang maksimal, sehingga kurang mengena bagi para siswanya.