Langsung ke konten utama

Postingan

Syarat Peneliti Pemula*)

Peneliti sebagai profesi prestisius menuntut kerja cermat dan ilmiah dalam mengartikulasikan realitas objektif maupun realitas subjektif melalui pergumulan dengan fenomena alam dan sosial. Demikian yang diungkapkan Angga Teguh Prasetyo, M.Pd., dosen Fakultas Tarbiyah UIN Maliki Malang dalam acara Sekolah Penelitian Pemula (SPP) Lembaga Kajian, Penelitian, dan Pengembangan Mahasiswa (LKP2M) UIN Maliki Malang, Sabtu dan Ahad lalu (1-2/3) lalu. Sebagai r efleksi t eologis , pemateri lainnya, Anas Kholish, M.HI., dosen Fakultas Syariah UIN Maliki Malang memberikan pencerahan b agi para p eneliti pemula yang hadir kala itu. Bahwasannya b erpikir merupakan landasan terpenting dalam sebuah penelitian . T anpa berpikir eksistensi p eneliti tidak akan pernah ada dan diakui . Sesuai dengan filsafat cartesian, cogito ergo sum. Oleh karena itu, Tuhan sering mengisyaratkan kepada manusia untuk melakukan kegiatan penelitian dengan menggunakan simbol-simbol bahasa tertentu, seperti iqra,...

Mengurai Benang Kusut Korupsi*)

Indonesia terus dirundung kegalauan akibat korupsi. Bangsa ini senyatanya tengah mengidap penyakit   akut yang tergolong extra ordinary crime tersebut. Apalagi di wilayah penguasa. Semua lini pemerintahan di aras eksekutif, legislatif, dan yudikatif tengah terjerembab dalam kubangan kasus korupsi ( trias koruptika ). Fenomena ini semakin menguatkan tesis Lord Acton, sejarawan Inggris: abuse of power, kekuasaan itu cenderung menyeleweng. Pusaran permasalahan korupsi seolah menjadi lingkaran setan. Seperti ada siklus tersendiri yang membuat penanganan masalah korupsi tak pernah tuntas. Tiap tahunnya muncul lakon-lakon baru. Politisi yang kerap menyerukan slogan anti-korupsi dalam iklan-iklan didaktis televisi atau dalam iklan-iklan politis jalanan, pada akhirnya tersangkut jaring KPK. Kita terus mengelus dada. Apalagi pesta demokrasi dalam Pemilu sedang dipersiapkan sedemikian rupa. Mirisnya, marak dari kalangan elit muda yang tersangkut kasus korupsi. Generasi yang di...

Etika Langit dalam Kubangan Korupsi*)

Korupsi telah menjelma menjadi penyakit kronis global yang mendesak perlu penanganan. Indonesia adalah salah satu bangsa yang tengah mengidap penyakit  akut yang tergolong extra ordinary crime tersebut. Dalam perkembangannya, korupsi telah berevolusi kian canggih. Tipu muslihat licik dengan beragam modus operandi- nya kian bervarian. Delik yang tergolong kejahatan “kerah putih” tersebut begitu menyusahkan. Senyatanya butuh penanganan khusus dan cenderung berlarut-larut di lapangan. Apalagi dalang-dalangnya dimotori oleh kalangan elit yang menggenggam kekuasaan. Sampai kini kita masih menanti romantika berbagai episode kasus white collar crime yang penuh dengan kejutan. Mirisnya, pusaran permasalahan korupsi seolah menjadi lingkaran setan. Seperti ada siklus tersendiri yang membuat penanganan masalah korupsi tak pernah tuntas. Tiap tahunnya muncul lakon-lakon koruptor baru. Bahkan marak dari kalangan muda. Ada regenerasi koruptor di berbagai lini pemerintahan. Generasi...

Mengoreksi Terorisme dan Jihad

Teror meletus di berbagai belahan dunia. Untuk menyikapinya, HMI komisariat Syariah Ekonomi UIN Maliki Malang menggelar bedah buku Ketika Nonmuslim Membaca Al-Quran: Pandangan Ricard Bonney tentang Jihad karya Irwan Masduqi, Rabu malam (11/9/2013). Ricard Booney memaparkan konsep jihad dan akar terorisme secara objektif dan simpatik pada dunia internasional. Menariknya, selain dari kalangan Barat, dia juga seorang pendeta, sehingga pendapatnya tak beraroma apologis (membaik-baikkan citra Islam). Dalam penelitian Booney, jihad telah melewati sejarah panjang. Jihad sebagai konsep yang kompleks tak berkembang secara linier. Terjadi ketidakajekan dan pergeseran paradigma. Muncul beragam corak penafsiran dari sejumlah kelompok terhadap ayat-ayat jihad. Era Nabi, berbagai perang semata-mata untuk mempertahankan diri dan melindungi hak kebebasan berkeyakinan. Ayat pedang (QS. At-Taubah: 5) --yang sering dijadikan sebagai legitimasi aksi kekerasan atas nama jihad...

Rekam Jihad Sang Penjerat Koruptor

Judul                : Abraham Samad; Do’a Tulus Ibunda Hingga Perang Besar Melawan Korupsi Penulis              : Zaenuddin H. M. Editor               : Mehdy Zidane Penerbit            : Ufuk Press, Jakarta Cetakan I         : Desember, 2012 Tebal                : xii + 196 halaman ISBN                : 978-602-7689-29-9 Harga               : Rp. 49.900 Indonesia terus dirundung kegalauan akibat korupsi. Wabah   korupsi sudah merambah k...

Tantangan Terbesar Umat Islam Dunia Diemban Indonesia (*

                          Eksistensi negara Islam dalam percaturan kebijakan dunia sering dipertanyakan dan diragukan, bahkan cenderung diremehkan. Hal ini terlihat dari hegemoni dan monopoli keputusan oleh beberapa negara Barat dengan kepemilikan hak veto di PBB yang notabene cenderung merugikan pihak Islam yang bersengketa. Pergulatan kekuatan dunia di era kini setidaknya dapat di petakan menjadi empat blok. Di masing-masing blok mayoritasnya mencirikan ideologi dan keyakinan keagamaan yang berbeda. Ranah empat blok tersebut diantaranya: pertama, blok Barat. Blok ini mencakup negara-negara Eropa dengan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologinya yang mendominasi. Negara-negara   mayoritas penduduknya memeluk agama nasrani. Kedua, blok Asia Timur yang diawaki negara Cina dengan kedigdayaan dan monopoli perindustrian dunia. Termasuk negara-...

Membangun Generasi Nasionalis Pluralis Tahan Banting

Judul Buku       : Nasionalisme dalam Bingkai Pluralitas Bangsa; Paradigma Pembangunan dan Kemandirian Bangsa Penulis              : Mohammad Takdir Ilahi Editor              : Meita Sandra Penerbit            : Ar-Ruzz Media-Jogjakarta Tebal                : 176 hlm, 1,48 X 21 cm ISBN                : 978-979-25-4905-8 Cetakan            : I, 2012 Peresensi          : Fiqh Vredian Aulia Ali Masihkah nasionalisme yang dikobarkan para pejuang kemerdekaan tetap tertanam dan berkelanjutan sampai sekarang? Mungkin generasi muda dapat menjawabnya. ...